yunias19ocean.blogspot.com

Ya'ahowu. Selamat Datang di NdiLo Blog___yunias19ocean.blogspot.com

Rabu, 30 Juni 2010

Akumulasi Metabolisme Pada Ikan Mas


AKUMULASI METABOLISME PADA IKAN MAS (CYPRINUS CARIO)
(OLEH : YUNIAS DAO)

I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan budidaya ikan saat ini baik itu untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk kebutuhan ikan hias mengalami perkembangan yang sangat pesat. Beberapa teknik pemeliharaan yang terbaru terus menerus diupayakan dan dikembangkan.
Salah satu komoditas perikanan air tawar yang telah lama dibudidayakan baik itu untuk konsumsi maupun untuk kebutuhan ikan hias adalah ikan mas. Dibandingkan dengan jenis ikan air tawar lainnya, ikan mas memiliki keunggulan yaitu produktivitasnya tinggi.
Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan salah satu budi daya air tawar yang bernilai ekonomis penting untuk diusahakan. Sistem budidaya ikan mas yang meliputi kegiatan pembenihan dan pembesaran telah berkembang dan dilaksanakan oleh para petani ikan di seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun 1986, produksi ikan mas mencapai 178.362 ton atau sekitar 54,3 % dan menempati peringkat pertama dari seluruh produksi ikan-ikan budidaya air tawar (Ditjenkan, 1988).
Ikan mas tergolong jenis ikan yang sagat toleran terhadap fluktuasi suhu air antara 14-32oC. Namun suhu air opotimum yang baik untuk pertumbuhan ikan mas berkisar 22-28oC. Ikan mas mampu beradaptasi terhadap perubahan kandungan oksigen terlarut dalam perairan. Selain itu, ikan mas juga tidak terlalu sensitif terhadap perlakuan fisik seperti seleksi, pengangkutan,penimbangan dan pengangkutan, ikan ini mempunyai sifat adaptifnya terhadap lingkungan baru.
Ikan mas koi (Cyprinus carpio) merupakan komoditi ikan hias unggulan. Corak sisiknya yang berwarna warni membuat ikan ini banyak di gemari, tidak saja dalam negeri tetapi juga oleh penggemar ikan hias di luar negeri. Ikan hias untuk jenis ini memiliki nilai ekonomis dan juga diekspor ke mancanegara. Dalam pemeliharaan ikan mas koi sangat perlu di perhatikan keadaanya lokasinya, mulai dari kualitas air, sumber air, pakan dan daerah pemasarannya. Begitu juga dengan teknik pelaksanaanya dan penggunaan alat-alat seperti sirkulator dan aerator yang bertujuan untuk mempertahankan kualitas air.
Akumulasi metabolisme merupakan sisa metabolismedi dalam tubuh organisme. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan mas koi adalah pemberian pakan harus sesuai dengan aturan sehingga tidak mengotori bak/aquarium, begitu juga dengan kualitas air harus diperhatikan seperti suhu dan pH karena sangat mempengaruhi tingkat kelulushidupan daripada ikan (Survival rate).

1.2 Tujuan
Adapun tujuan daripada pelaksanaan praktikum ini adalah :
1. Mengetahui tingkat akumulasi metabolisme ikan mas koi (Cyprinus carpio).
2. Mengetahui teknik (prosedur) dalam pemeliharaan ikan mas koi (Cyprinus carpio).
3. Menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang akumulasi metabolisme yang terjadi pada tubuh ikan.


II METODOLOGI

2.1 Waktu Dan Tempat
Kegiatan praktikum ini dilaksanakan mulai tanggal 20-27 Januari 2010 di Kolam Percobaan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Sibolga.

2.2 Alat Dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan selama pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut.
1. Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 1. Daftar bahan yang digunakan dalam pemeliharaan ikan mas koi
No No Bahan Jumlah Berat
1 Ikan mas koi 10 ?
2 Pakan ? ?


2. Alat :
Sedangkan alat yang digunakan dapat dilihat pada tabel berikut ini
Tabel 2. Nama dan fungsi alat yang digunakan dalam praktikum.
No Bahan Fungsi / Kegunaan Jumlah
1 Kolam Percobaan (180x120x7 cm) Sebagai wadah praktikum 1 unit
2 Resirkulator menyaring dan menyuplai oksigen dalam kolam 2 bh
3 Thermometer Alat pengukur suhu 1 bh
4 pH meter Alat pengukur pH 1 bh
5 Timbangan Digital Alat untuk mengukur berat ikan sampel 1 bh
6 Penggaris Alat mengukur panjang ikan 1 bh



III PEMBAHASAN

3.1 Tahapan Praktikum 1. Persiapan Alat dan Bahan
Prosedur yang dilakukan untuk kegiatan ini adalah sebagai berikut :
 Menyiapkan wadah berupa kolam percobaan berukuran 180x120x7 cm, kolam percobaan dibersihkan.
 Menyiapkan peralatan yang digunakan seperti timbangan digital, resirkulator, penggaris, Alat pengukur pH dan suhu. Peralatan disiapkan dekat lokasi praktikum untuk mempermudah pelaksanaan praktikum tersebut.
 Bahan-bahan praktikum seperti ikan dan pakan juga disiapkan .


2. Pelaksanaan Praktikum
Setelah kegiatan persiapa bahan dan alat selesai, makadilanjutkan dengan kegiatan praktikum yaitu sebagai berikut :
 Seleksi ikan uji, dengan cara mengukur berat dan panjang ikan
 Kolam percobaan dengan ukuran 180x120x7 cm disekat bagian tengahnya dengan menggunakan jaring sehingga menadi 2 (dua) bagian.
 Kolam percobaan diisi air dengan volume 183.6 liter
 Kemudian sebelum ikan dimasukan sebelumya dilakukan pengukuran kualitas air dikolam percobaan.
 Ikan dimasukan ke dalam wadah, dimana setiap wadah masing-masing diisi ikan uji sebanyak 20 ekor, dengan berat rata-rata 52.99gram.
 Setelah ikan dimasukan ke dalam wadah maka pemasangan resikulator dapat dilakukan.


3.2 Pemberian Pakan
Pemberian pakan ikan mas koi (Cyprinus carpio) yang dilakukan selama penelitian yaitu pada pagi dan sore hari. Pakan yang diberikan adalah pakan buatan (pelet) dengan jumlah pemberian sekitar 3,5 % dari bobot tubuh ikan.

3.3 Pengamatan Kualitas Air
Air merupakan media penting untuk kegiatan usaha budidaya ikan. Faktor kualitas air sangat menunjang pertumbuhan dan kelangsugan hidup ikan yang dipelihara. Air yang digunakan selama praktikum ini adalah air yang berasal dari PAM.
Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian adalah suhu dan pH. Pengukuran kualitas air dilakukan pada awal dan akhir penelitian. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3. Parameter Kualitas Air Yang Diamati
No Parameter Nilai kualitas air
Pada awal penelitian Pada akhir penelitian
1 Suhu 26.50C 270C
2 pH 9 8

Sebelum pemasangan resikulator parameter kualitas air yaitu suhu 26.5oC dan pH 9, sedangkan setelah pemasangan resikulator kualitas air berubah menjadi: suhu 27oC dan pH 8 maka dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan resirkulator mempunyai pengaruh dalam menaga kualitas air agar tetap stabil. Sesuai fungsinya resirkulator merupakan alat untuk menjernihkan air, filter dan juga membantu suplai oksigen dalam air.


3.4 Pengamatan Sintasan Hidup (SH)
Tingkat sintasan hidup ikan yaitu jumlah ikan yang hidup dalam suatu kegiatan pemeliharaan. Sintasan hidup ikan mas koi dapat dilihat dengan mengamati ikan selama penelitian.
Pada awal penelitian jumlah ikan uji adalah sebanyak 20 ekor. Pengamatan yang dilakukan dari hari pertama sampai akhir penelitian ikan yang masih tetap hidup berjumlah 9 ekor. Penyebab kematian ikan diduga karena pemberian pakan yang kurang teratur, penurunan kualitas air akibat kurangnya pengontrolan dan selama penelitian tidak dilakukan pergantian air.


IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan , maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Dalam pemeliharaan ikan mas koi (Cyprinus carpio) sangat kualitas air sangat perlu diperhatikan.
2. Sebelum pemasangan resikulator parameter kualitas air yaitu suhu…..oC dan pH ….., sedangkan setelah pemasangan resikulator kualitas air berubah menjadi: suhu….oC dan pH……
3. penggunaan resirkulator mempunyai pengaruh dalam menaga kualitas air agar tetap stabil. Sesuai fungsinya resirkulator merupakan alat untuk menjernihkan air, filter dan juga membantu suplai oksigen dalam air
4. Tingkat kelulushidupan ikan uji sangat rendah akibat pemberian pakan yang tidak teratur, kualitas air yang tidak terkontrol dan tidak dilakukannya pergantan air selama praktikum.


4.2 Saran
Dari hasil penelitian yang diperoleh maka disarankan :
1. Dalam pemeliharaan ikan mas koi (Cyprinus carpio) sangat perlu dilakukan pengontrolan kualitas air secara teratur.
2. Pemberian pakan dan penggantian air dalam wadah budidaya sangat perlu dilakukan sangat perlu untuk menjaga kestabilan kualitas air.
3. Penggunaan resikulator sangat mendukung dalam menaga dan mempertahankan kualitas air, menjernihkan air dan menambah suplai oksigen dalam air.

2 komentar: